Metode Pengajaran di TPQ (2)

Metode Pengajaran ialah cara penyampaian bahan pengajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, metode pengajaran adalah suatu cara yang dipilih dan dilakukan guru ketika berinteraksi dengan anak didiknya dalam upaya menyampaikan bahan pengajaran tertentu (pokok bahasan / sub pokok bahasan) agar bahan pengajaran tersebut mudah dicerna sesuai tujuan pembelajaran yang ditargetkan.

Secara teknik, ragam metode pengajaran ini dipelajari dalam ilmu tersendiri yaitu metodik (didaktik khusus). Ragam metode tersebut adalah : metode ceramah, metode tanya jawab, diskusi, demonstrasi, drill/latihan, pemberian tugas, kerja kelompok, eksperimen, sosiodrama, simulasi, karya wisata / study tour, dan lain-lain.

Untuk kegiatan belajar mengajar di TK/TP Al-Qur’an hanya sejumlah metode tertentu saja yang mungkin dapat diterapkan meningat tingkat perkembangan anak yang masih dini, yaitu usia 4 – 12 tahun. Penerapan metode pengajaran itu pun harus dilandasi oleh prinsip “bermain sambil belajar” atau “belajar sambil bermain”. Oleh karenanya penerapan metode-metode tersebut perlu disertai oleh kiat-kiat khusus berdasarkan pengalaman dan pengamatan guru yang bersangkutan. Salah satu kemungkinannya adalah dengan cara memadudkan sejumlah metode dalam satu kali pertemuan atau divariasi dengan pendekatan tersendiri yaitu seni bermain, bercerita dan bernyanyi (seni BBM).

Sejumlah metode yang dapat diterapkan dalam KBM di TKQ / TPQ  adalah sebagai berikut :

A.  Metode Ceramah

Metode ceramah adalah suatu cara penyampaian bahan pengajaran dalam bentuk penuturan atau penerangan lisan oleh guru terhadap para santrinya / anak didik. Praktik pemaparannya adalah sebagai berikut :

1.   Dilakukan pada saat KBM klasikal, yaitu klasikal awal, klasikal kelompok privat atau klasikal akhir.

2.   Sebaiknya didukung oleh alat Bantu berupa gambar, bagan atau sketsa, alat peraga dan alat Bantu lainnya.

3.   Dapat divariasi dengan kemasan seni BBM (bermain, bercerita dan menyanyi) atau dipadukan / divariasi dengan metode tanya jawab.

4.   Bahan pengajarannya yang dapat disajikan dengan metode ceramah ilmunya adalah bahan pengajarannya yang menuntut pemahaman dan pembentukan sikap seperti : Materi Adab (do’a dan adab harian), Ilmu Tajwid, Dinul Islam, Pengajaran Shalat dan sebagainya.

B.  Metode Tanya jawab

Metode tanya jawab adalah suatu cara penyampaian bahan pengajaran melalui proses tanya jawab. Siapa yang bertanya dan siapa yang menjawab, hal itu perlu diatur dengan baik agar KBM berjalan efektif dan efisien.

Praktek penerapannya adalah sebagai berikut :

1.   Metode ini dapat diterapkan pada saat privat (individual) atau pada saat  pendekatan klasikal kelompok privat. Bisa juga pada klasikal awal atau klasikal akhir, sesuai situasi dan kondisinya.

2.   Pada interaksi tanya jawab dapat dilakukan dengan cara bervariasi :

a.   Saat KBM Klasikal

    • Guru bertanya dan santri menjawabnya secara perseorangan. Lalu guru memberi pengarahan atau pengembangan seperlunya. Atau,
    • Santri dirangsang untuk bertanya atau membuat pertanyaan. Lalu guru memberikan jawaban sebelum diberi jawaban final oleh guru yang bersangkutan.

b.   Saat KBM Individual / Privat

    • Guru bertanya, santri menjawab, atau
    • Santri dirangsang untuk bertanya dan guru menjawab.

3.   Metode tanya jawab dapat digunakan untuk semua bahan pengajaran.

4.   Minat santri untuk berani bertanya dan berani menjawab atau mengemukakan pendapatnya dapat dirangsang dengan pemberian “hadiah pujian” bagi anak yang berani tampil bertanya dan anak yang bisa memberi jawaban dengan benar. Dan sewaktu-waktu (bilamana perlu) disediakan hadiah khusus. Hadia-hadiah spontan tersebut dilakukan pada waktu KBM Klasikal.

C.  Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah suatu cara penyampaian bahan pengajaran dalam bentuk mempertunjukkan gerakan-gerakan untuk disaksikan dan ditiru oleh santri / anak didik.

Praktek penerapannya adalah sebagai berikut :

1.   Dapat dilakukan dalam KBM Klasikal maupun KBM Individual / Privat.

2.   Dapat dipadukan atau disertai metode ceramah (dalam rangka penjelasan lisan), metode latihan atau metode pemberian tugas.

3.   Bahan pengajaran yang sesuai dengan penggunaan metode ini ialah Bacaan Iqro, Bacaan Tadarus, Ilmu Tajwid, Praktek Shalat (berikut Praktek Wudhu), Tahsinul Kitabah, Olah raga dan sebagainya.

E.   Metode Pemberian Tugas

Metode pemberian tugas adalah suatu cara penyampaian bahan pengajaran dalam bentuk pemberian tugas tertentu dalam rangka mempercepat target pencapaian tujuan pengajaran dan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Praktek penerapannya adalah sebagai berikut :

1.   Dapat dilakukan pada saat KBM Klasikal kelompok privat. Bagi anak santri TP Al-Qur’an atau anak TK Al-Qur’an Paket B, tugas tersebut sewaktu-waktu dapat berupa pekerjaan rumah (PR). Tugas ini dilakukan secara individual, terutama bagi santri yang dinilai lambat dalam memenuhi target pencapaian pengajarannya.

2.   Pemberian tugas dapat berupa petunjuk lisan atau petunjuk tertulis, misalnya berupa soal-soal yang harus dicari sendiri jawabannya, tugas menghafal atau mempelajari bahan / buku tertentu, tugas menyalin bahan tulisan dan sebagainya.

3.   Metode pemberian tugas berkaitan erat dengan metode latihan atau metode tanya jawab. Oleh karenanya dapat dipadukan atau diselaraskan, sesuai kebutuhan atau target yang mau dicapai.

4.   Bahan pengajaran yang sesuai untuk ditopang oleh metode ini dapat meliputi semua bahan pengajaran.

Khusus pada saat KBM Klasikal kelompok privat, metode pemberian tugas ini cukup kondusif bagi pengajaran tertentu seperti Tahsinul Kitabah dan Ilmu Tajwid, karena juga yang berkaitan dengan pengajaran ini dapat dikerjakan dalam suasana tenang, tanpa suara atau kegaduhan yang dapat mengganggu konsentrasi santri lain yang sedang mendapat giliran privat / KBM individual.

F.   Metode Sosiodrama

Metode sosiodrama disebut juga metode bermain peran, yaitu suatu cara penyampaian bahan pengajaran dalam bentuk penggambaran hubungan-hubungan sosial dengan cara dramatisasi atau visualisasi.

Praktek penerapannya adalah sebagai berikut :

1.   Diterapkan dalam KBM Klasikal atau pada waktu khusus dalam KBM ekstra kurikuler.

2.   Guru harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik agar KBM dapat berjalan se-efektif mungkin, yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a.   Merancang situasi sosial yang akan didramatisasi.

b.   Membagi para santri ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok pemain dan kelompok penonton. Kelompok pemain diberi petunjuk untuk berperan sebagai orang tertentu yang terlibat dalam hubungan sosial sesuai perannya masing-masing. Kelompok penonton diberi tugas untuk mengamati, mencatat dan memberi kesimpulan atau kritikan-kritikan tertentu.

c.   Guru menceritakan atau menjelaskan sebagian atau keseluruhan jalannya hubungan sosial, lalu diteruskan atau disempurnakan oleh kelompok pemain yang sudah ditentukan.

d.   Seusai pertunjukan, pihak penonton diminta tanggapannya. Tanggapan dari kelompok penonton dapat diarahkan dan dikembangkan oleh guru dengan cara berdiskusi, bertanya jawab atau dengan berceramah seperlunya.

3.   Bahan pengajaran yang cocok untuk sosiodrama ini dapat memilih pengajaran yang menuntut gambaran prosesi suatu sikap atau perbuatan tertentu, seperti pengajaran do’a dan adab harian, prosesi orang berwudhu dan praktek shalat. Hal itu dapat dikemas dengan skenario adegan-adegan singkat yang dikarang dan dirancang sendiri oleh guru pembimbing / guru klasikal yang bersangkutan.

G.  Metode Kerja Kelompok

Metode kerja kelompok adalah suatu cara penyampaian bahan pengajaran dalam bentuk pemberian tugas secara berkelompok.

Penerapan metode ini adalah sebagai berikut :

1.   Metode kerja kelompok hamper sama dengan metode pemberian tugas. Bedanya, pemberian tugas dikerjakan oleh anak secara perorangan, sedangkan metode kerja kelompok dikerjakan oleh beberapa anak dalam satuan kelompok kerja dalam kelompok klasikal.

2.   Dapat diterapkan dalam KBM Klasikal, baik dalam kegiatan intra kurikuler ataupun dalam kegiatan ekstra kurikuler tertentu. Misalnya pada waktu karyawisata / study tour.

3.   Isi kegiatannya dapat berupa tugas mengerjakan soal, pembuatan karya kreativitas santri, pembahasan materi diskusi kasus dan sebagainya.

4.   Metode ini dapat pula dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam mengisi waktu pada saat guru yang bertugas berhalangan hadir.

H.  Metode Karyawisata

Metode karyawisata atau study tour adalah suatu cara pembelajaran dalam rangka mengembangkan wawasan, pengalaman dan penghayatan para santri terhadap bahan pengajaran yang pernah mereka terima, dengan jalan mengunjungi objek wisata tertentu. Dengan demikian, tujuan dan program karyawisata ini berbeda dengan kunjungan wisata wisata biasa yang umumnya sekedar hiburan atau rekreasi.

Penerapannya metode karyawisata / study tour ini adalah sebagai berikut :

1.   Dilaksanakan dalam waktu khusus di luar KBM intra kurikuler atau pada hari libur tertentu. Oleh karenanya metode ini dapat dilakukan untuk kegiatan ekstra kurikuler tertentu, seperti “tadabur alam”, “ta’aruf minal masjid ilal masjid”, pesantren Sabtu Ahad (petuah), dan sebagainya.

2.   Program ini dapat melibatkan seluruh santri dan guru bahkan orang tua santri dalam satu unit atau beberapa unit TK/TP Al-Qur’an.

3.   Guru-guru dan para petugas lainnya harus mempunyai perencanaan yang matang. Tidak saja perencanaan mengenai kegiatan dan tugas yang akan diberikan kepada santri, melainkan juga menyangkut pendanaan, transportasi, akomodasi dan kelengkapan lainnya. Hal ini dapat dilakukan dengan membentuk panitia khusus.

4.   Dalam melaksanakannya, metode karyawisata ini ditopang metode lainnya, seperti metode karya kelompok, pemberian tugas, tanya jawab dan sebagainya.

(Sumber : FUSPAQ, Kabupaten Kendal)
Galeri | Tulisan ini dipublikasikan di Dari Fuspaq Untuk Calon Para Ustadz dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Metode Pengajaran di TPQ (2)

  1. LPKI JATENG berkata:

    Salam kenal :D

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s