Puisi-puisi anak

Puisi (poemadalah ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan lewat kata-kata baik itu lewat lesan maupun lewat tulisan. Kata-kata yang dipilih biasanya –sekali lagi biasanya– implisit, konotatif, mempunyai banyak tafsiran atau multi tafsir bagi para pendengar atau pembaca puisi tersebut.Tetapi untuk puisi anak, kata-kata yang diungkapkan  biasanya sangat mudah untuk dimengerti apa yang sebenarnya ingin diungkapkan oleh sang pencipta puisi. Karena memang punya tujuan agar para audiennya atau para pembacanya –yaitu anak-anak– dapat dengan mudah menangkap apa yang ingin diungkapkan sang pencipta puisi.

Di bawah ini saya coba tuliskan beberapa contoh puisi anak dari beberapa penulis, yang mungkin bisa berguna untuk pentas seni “Wisuda Akhir Tahun” misalnya.Semoga dapat bermanfaat.

Puisi Dari Bunda

Bunda hanya sedikit mengarang puisi untukku

Tapi semakin lama kuamati

Senyuman bunda adalah puisi

Tatapan bunda adalah puisi

Teguran bunda adalah puisi

Belaian dan doanya adalah puisi cinta

Yang disampaikan padaku

Tak putus putus

Tak putus putus

Bahkan bila kutidur

(Karya : Anonim)

Ayo Membaca

Sesobek kertas telah diberikan

Seuntai tulisan juga berada di dalamnya

Duhai anak yang malang

Kenapa engkau diam saja ?

Kenapa kertas itu hanya kau simpan ?

Sungguh banyak harapan terpendam

Ilmu maha luas telah tertuliskan

Namun sayang kau malas membaca

Dunia begitu luas ilmu pun begitu terbentang

Sungguh dunia telah berkata,

Kau ingin tahu isiku ?

Kau ingin mengerti apa tentang dunia ini ?

Malang beribu malang kau malas membaca

Duhai anak yang malang

Bangkitlah sekarang

Wawasan luas telah menantimu

Lawanlah jiwa kotormu itu

Tuk mencapai impianmu

(Karya : Anonim)

Aku Pasti Bisa

Saat ku menyerah

Aku coba sampai bisa

Saat ku putus asa

Aku coba berlatih keras

Saat aku kebingungan

Kucoba untuk bertanya

Saat aku bersemangat

Semangatku menyala nyala

Kucoba semua

Demi masa depanku

Hasilnya tak terkira

Aku bisa!

Aku bisa

kalau aku berusaha

Apapun yang terjadi,

aku pasti bisa!

(Karya: Ratrya Khansa Amira)

Teratai

Dalam kebun di tanah airku,

tumbuh sekuntum bunga teratai.

Tersembunyi kembang indah permai,

tak terlihat orang yang lalu.

Akarnya tumbuh di hati dunia

Daun bersemi Laksmi mengarang

Biarpun ia diabaikan orang

Seroja kembang gemilang mulia.

Biarpun engkau tidak dilihat.

Biarpun engkau tidak diminat.

Engkaupun turut menjaga zaman.

Karya : Sanusi Pane (Antologi Puisi Indonesia Modern Anak-Anak)

Pohon Kelapa

Seperti tembok di tepi lautan

Kau bergoyang bak penari jaipong

Angin berhembus tak kau hiraukan

Membusungkan badan menatap masa depan

(Karya : Anonim)

Hidup Adalah Belajar

Belajar bersyukur meski tak cukup

Belajar memahami meski tak sehati

Belajar ikhlas meski tak rela

Belajar bersabar meski terbebani

Belajar dari pengalaman meski menyakitkan

Belajar diam dari banyak bicara

Belajar sabar dari sebuah kemarahan

Belajar mengalah dari sebuah keegoisan

Belajar untuk tetap tegar dari setiap kehilangan

Belajar untuk selalu bersyukur dari setiap keadaaan

Belajar menjadi lebih baik

untuk menjadi yang terbaik.

(Karya : Anonim)

Ibu

Ibu adalah telaga bening,

yang merelakan lembut wajahnya

buat bercermin.

Ibu adalah bumi,

yang menyiapkan ladang

bagi kemakmuran.

Ibu adalah guru,

ketika kutanya langit dan bulannya,

ditunjuknya kening dan dadaku.

(Apresiasi Puisi Remaja : Catatan Mengolah Kata, 2002) 

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s