Pengertian Psikologi dan Perkembangan

Istilah psikologi berasal dari bahasa Yunani, psyche (jiwa) dan logos (ilmu). Jadi secara harfiah psikologi berarti ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala kejiwaan.

Perkembangan adalah perubahan yang progresif dan berkesinambungan dalam arti individu seseorang sejak dari lahir sampai mati.

Tahap Perkembangan Anak

A.  Pra Sekolah (anak belajar dan mengenal lingkungan)

1.   Menggunakan panca indera

2.   Telah menguasai gerak motorik, bisa melompat, bercerita dan bemain dengan kawan-kawan.

3.   Mulai menggunakan symbol-simbol untuk mempresentasikan lingkungan secara kognitif, misal : dengan kata-kata atau angka-angka dan gambar-gambar (masa pra operasional)

B.  Masa Sekolah Dasar sampai dengan umur 9 tahun

1.   Sudah dapat membentuk operasi-operasi mental pada pengertian yang dimiliki, misal : menambah, mengurangi dan mulai dapat memecahkan masalah secara logis (masa operasional konkrit).

2.   Cenderung egosentrisme (menyebut nama diri)

3.   Suka membandingkan dirinya dengan anak lain.

4.   Dalam bermain mentaati aturan-aturan yang bersifat umum.

C.  Setelah umur 10 sampai 12 tahun

1.   Realistis, ingin mengetahui, ingin belajar.

2.   Bakat-bakat khusus mulai tampak.

3.   Membentuk aturan-aturan per groupnya.

Sekarang ini para sarjana sepakat bahwa obyek material dari psikologi adalah Tingkah Laku (TL).

Kegiatan manusia mencakup 4 macam tingkah laku (TL) :

1.   TL KOGNITIF (daya pikir)

Proses individu dalam mengenal lingkungan (pengamatan, berpikir, mengingat, mencipta, belajar dan lain-lain).

2.   TL KONATIF (masa depan manusia)

Kegiatan individu yang berhubungan dengan dorongan (motiv).

  1. TL AFEKTIF (perasaan)

Kegiatan individu yang berhubungan dengan sikap dan perasaan (senang, benci, cinta, cemburu, marah, sedih, takut, haru, sayang dan sebagainya).

2.   TL MOTORIK

Kegiatan individu yang berhubungan dengan gerakan / tindakan (menulis, melompat, melempar, lari, memukul dan sebagainya).

Mempelajari psikologi berarti ada usaha untuk mengenal manusia. Mengenal berarti dapat memahami, yaitu kita dapat menguraikan dan menggambarkan tingkah laku dan kepribadian manusia beserta aspek-aspeknya.

PERKEMBANGAN POTENSI MANUSIA

A.    Perkembangan Fisik (Motorik)

Ketrampilan motorik, anak merasa senang, mandiri, rasa percaya diri, dapat bermain dan bergaul dengan teman sebayanya dan penting bagi perkembangan self concept. Untuk itu bagi anak pra sekolah dan SD kelas rendah dianjurkan :

  1. Dasar ketrampilan untuk menulis (Latin dan Arab) dan menggambar.
  2. Ketrampilan berolah raga dan menggunakan alat olah raga.
  3. Gerakan-gerakan permainan memanjat dan berlari.
  4. Baris berbaris, melatih kedisiplinan dan ketertiban.
  5. Gerakan-gerakan sholat.

B.    Perkembangan Psikis

Mengenal perkembangan psikis seseorang tidak lepas dari faktor biologis. Perkembangan psikis seseorang, tidak tampak jelas seperti pada perkembangan biologis, tetapi berpengaruh antara satu dengan lainnya.

Seperti halnya pada anak yang belajar berjalan, karena sesuatu hal anak tersebut pernah jatuh dan sedikit lecet, maka anak tersebut jadi jera dalam beberapa saat untuk belajar berjalan, karena pada pikirannya, belajar jalan akan mengakibatkan sakit. Hal ini apabila dari pihak orang tua kalau membiarkan perasaan berlarut-larut dapat menjadi anak yang penakut itu tidak akan maju, untuk itu harus diberi dorongan semangat agar anak menjadi berani menghadapi resiko dan dapat menanggulanginya sendiri.

C.    Perkembangan Inteligensi

Inteligensi adalah kemampuan untuk menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi secara cepat dan efektif.

Tingkat Inteligensi :

IQ

Klasifikasi

140 – ke atas

Genius

130 – 139

Sangat Cerdas

120 – 129

Cerdas

110 – 119

Di atas normal

90 – 109

Normal

80 – 89

Di bawah normal

70 – 79

Bodoh

50– 59

Debil /Moron

30 – 49

Imbesil

<  29

Idiot
  1. Genius. Kemampuannya luar biasa dalam memecahkan masalah dan menemukan hal yang baru.
  2. Sangat Cerdas / VerySuperior. Kecakapan membaca dan berhitung sangat baik, perbendaharaan kata luas dan cepat memahami pengertian-pengertian yang abstrak. Kesehatan, kekuatan dan ketangkasannya lebih baik dari pada anak-anak normal.
  3. Cerdas /Superior. Mencapai prestasi tinggi di bidang akademik, biasanya jadi bintang dan ketua kelas.
  4. Di atas normal / Above Average. Individu normal tetapi peringkat tinggi (ranking).
  5. Normal/ Average ; orang pada umumnya / presentase terbesar.
  6. Di bawah normal / Below Average. Lambat dalam belajar / slow learner. Dapat lulus SLTP tetapi kesulitan pada jenjang SLTA.
  7. Bodoh / Dull / Borderline. Batas normal dan terbelakang, dapat sekolah hingga SLTP tetapi sulit lulus.
  8. Moron/ Debil / Mentally Retarded. Dapat membaca, menulis dan berhitung tetapi terbatas.
  9. Imbecile. Dapat belajar bahasa dan mengurus diri sendiri tetapi dengan pengawasan, tidak bisa mandiri. Tidak bisa belajar di sekolah biasa.
  10. Idiot. Tidak dapat bicara, hanya mengucapkan beberapa kata saja, tidak dapat mengurus diri sendiri. Makan, berpakaian dan mandi harus dibantu orang lain. Tidak tahan terhadap penyakit sehingga tidak panjang umur.

D.    Perkembangan Emosi

Emosi adalah warna afektif yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu. Warna afektif adalah perasaan-perasaan tertentu pada waktu menghadapi suatu situasi, seperti : gembira, putus asa, terkejut, benci dan sebagainya.

Pengaruh emosi terhadap perilaku individu :

  1. Memperkuat semangat ; senang / puas terhadap prestasi yang dicapainya.
  2. Melemahkan semangat ; kecewa kaena gagal, frustasi atau putus asa.
  3. Mengganggu konsentrasi ; ketegangan, gugup.
  4. Penyesuaian sosial terganggu ; rasa cemburu dan iri hati.
  5. Suasana emosi masa lalu ; mempengaruhi perilaku yang sekarang.

Jenis-jenis emosi dan dampaknya pada perubahan fisik :

Jenis Emosi

Perubahan Fisik

Terpesona Reaksi elektris pada kulit
Marah Peredaran darah bertambah cepat
Terkejut Denyut jantung bertambah cepat
Kecewa Bernafas panjang
Sakit / Marah Pupil mata membesar
Takut / Tegang Air liur mengering
Takut Berdiri bulu roma
Tegang Terganggu pencernaan, otot-otot menegang atau bergetar (tremor)

Ciri-ciri emosi :

  1. Lebih bersifat subyektif daripada psikologis lainnya seperti pengamatan dan berpikir.
  2. Bersifat fluktuatif (tidak tetap).
  3. Berhubungan dengan panca indera.

Karakteristik emosi anak dan dewasa :

Emosi Anak

Emosi Orang Dewasa

Berlangsung singkat dan berakhir tiba-tiba. Berlangsung lebih lama dan berakhir dengan lambat.
Terlihat lebih hebat / kuat. Tidak terlihat hebat / kuat.
Bersifat sementara.. Lebih mendalam dan lama.
Lebih sering terjadi. Jarang terjadi.
Dapat diketahui dengan jelas dari tingkah lakunya. Sulit diketahui karena bisa menyembunyikan.

 E.     Perkembangan Kepribadian

Kepribadian pada dasarnya adalah penyesuaian diri / adjustment. Ciri-ciri penyesuaian yang sehat (well adjustment) atau kepribadian yang sehat (healthy personality) adalah :

  1. Mampu menilai diri secara realitik sebagaimana adanya baik kelebihan maupun kekurangan.
  2. Mampu menilai situasi secara realitik.Adapenerimaan yang wajar.
  3. Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realitik, tidak ada superiority complex bila berhasil maupun frustasi bila gagal, tetapi optimistik.
  4. Menerima tanggung jawab maupun mengatasi masalah yang dihadapi.
  5. Mandiri dalam berpikir dan bertindak.
  6. Dapat mengontrol emosi, tidak destruktif / merusak.
  7. Berorientasi tujuan yang rasional.
  8. Berorientasi keluar / ekstravert.
  9. Penerimaan social / hubungan baik dengan orang lain.
  10. Bahagia.

F.     Perkembangan Moral

Moral berarti adapt istiadat, kebiasaan, peraturan, nilai-nilai atau tata cara kehidupan.

Perkembangan moral melalui beberapa cara :

  1. Pendidikan langsung.
  2. Identifikasi.
  3. Coba-coba / trial and error (mengulang yang dipuji dan meninggalkan yang dicela).

Tiga fase perkembangan moral :

Emosi Anak

Emosi Orang Dewasa

Pra Konvensional Orientasi hukum dan kepatuhan.Orientasi relativitas-instrumental
Konvensional Orientasi kesepakatan antar pribadi atau orientasi anak manis (good boy / girl).Orientasi hukum dan ketertiban.
Pasca Konvensional. Orientasi control sosial legalitas.Orientasi prinsip etika universal.

Keterangan :

1.  Pada tahap ini anak mengenal baik-buruk, benar-salah suatu perbuatan dari sudut konskuensi / dampak, menyenangkan / ganjaran atau menyakitkan / hukuman secara fisik atau enak tidaknya akibat perbuatan yang diterima.

a.   Anak menilai baik-buruk, atau benar-salah dari sudut dampak yang diterimanya dari otoritas, baik orang tua / orang dewasa lain. Di sini anak mematuhi aturan orang tua agar terhindar dari hukuman.

b.   Perbuatan yang baik / benar adalah yang berfungsi sebagai instrument / alat untuk memenuhi kebutuhan / kepuasan diri.

2.   Pada tingkat ini anak memandang perbuatan itu baik / benar, atau berharga bagi dirinya apabila dapat memenuhi harapan / persetujuan keluarga, kelompok atau bangsa.

a.   Anak memandang perbuatan baik / berharga apabila dapat menyenangkan, membantu, disetujui / diterima orang lain.

b.   Perilaku yang baik adalah melaksanakan / menunaikan tugas / kewajiban sendiri, menghormati otoritas dan memelihara ketertiban sosial.

3.   Pada tingkat ini ada usaha individu untuk mengartikan nilai-nilai / prinsip moral yang dapat diterapkan / dilaksanakan terlepas dari otoritas kelompok, pendukung atau orang yang memegang / menganut prinsip-prinsip moral tersebut.

a.   Perbuatan / tindakan yang baik cenderung dirumuskan dalam kerangka hak-hak individual yang umum dari segi aturan, dengan demikian perbuatan yang baik itu adalah yang sesuai dengan aturan yang berlaku.

b.   Kebenaran ditentukan oleh kata hati, sesuai dengan prinsip-prinsip etika yang logis, universalitas dan konsisten. Misalnya keadilan, kesamaan hak asasi manusia dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Kesadaran Beragama

Manusia adalah homoreligius. Pendidikan agama melalui pengajaran, pembiasaan dan penanaman nilai-nilai sangat penting agar anak mempunyai pegangan bila menghadapi masalah. Membiasakan ibadah, seperti sholat, berdo’a, membaca Al-Qur’an dan menghafal surat-surat pendek. Ibadah sosial seperti hormat pada orang tua, guru dan membantu orang yang kesusahan, menolong fakir miskin, bersikap jujur dan amanah.

Hubungan guru dan siswa sebagai berikut :

  1. Harmonis. Tujuan pengalaman dan cara yang dilakukan dalam proses belajar mengajar terasa nyaman bagi guru dan siswa.
  2. Stimulatif, yaitu :

a.   Menerima dan mendorong, gagasan dan emosi yang positif.

b.   Memberi penghargaan dan mendorong keberanian siswa.

c.   Siswa berpartisipasi dalam mengambil keputusan.

 Tugas-tugas Perkembangan 3 – 12 tahun (Social Expectation) :

  1. Melakukan ketrampilan fisik dan permainan.
  2. Mempunyai sikap yang sehat terhadap dirinya sendiri, menjaga kebersihan dan keselamatan diri, menerima kondisi diri dan jenis kelaminnya.
  3. Bergaul dengan teman sebayanya.
  4. Berperan sesuai dengan jenis kelaminnya.
  5. Bisa membaca, menulis dan berhitung.
  6. Mengembangkan konsep-konsep dari kehidupan sehari-hari.
  7. Moral, mengerti paham baik, buruk, benar, salah dan sebagainya.
  8. Merasa bebas, berencana dan perilaku yang mandiri.
  9. Mengembangkan sikap sosial.

PENDAPAT PARA TOKOH TENTANG

FAKTOR PERKEMBANGAN

Dalam kenyataannya perkembangan seseorang itu tidak terjadi begitu saja. Sebagai contoh dalam hal berbicara, pada mulanya seorang bayi baru bisa mengoceh, lama kelamaan bisa menyebutkan beberapa kata yang selanjutnya dapat berbicara lancar. Di sini anak berkembang bicaranya tidak begitu saja tetapi ada hal yang mendorong dan mempengaruhinya.

Menurut para tokoh diantaranya :

1.   Ki Hajar dewantoro, terdapat dua faktor dan mengistilahkan dengan ajar untuk faktor ekstern atau eksogen dan dasar untuk faktor indogen atau intern. (Agus Sujanto, 1986 : 260).

2.   Scoupenhour dengan paham navitisme, berpendapat bahwa faktor pembawaan lebih kuat daripada faktor yang datang dari luar.

3.   John Locke dengan paham empirisme, berpendapat bahwa sejak lahir anak masih bersih seperti Tabula rasa dan baru akan berisi bila menerima sesuatu dari luar lewat inderanya. Dengan demikian pengaruh dari luar lebih kuat daripada pembawaan.

4.   W. Stern dengan teori konvergensi berpendapat bahwa kedua kekuatan itu yang berpadu menjadi satu, dimana keduanya saling memberi pengaruh.

Dari pendapat-pendapat diatas dapatlah disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia diantaranya adalah :

1.   Faktor dari dalam diri manusia.

2.   Faktor dari luar diri manusia.

3.   Faktor campuran keduanya.

1)   Faktor dari dalam itu diantaranya adalah :

a.   Bakat

b.   Minat

c.   Kemauan

d.   Kecerdasan

e.   Fantasi

a.   Bakat

Bakat itu pada dasarnya bersifat herediter yang artinya telah dibawa sejak lahir dan merupakan kecakapan khusus, misalnya seorang anak yang tidak berbakat dalam halmusik, walaupun disodori berbagai macam alat musik kemudian dikursuskan dan sebagainya ke hal-hal yang menjurus ke musik tetap saja tidak bisa memainkannya. Lain halnya dengan anak yang memang berbakat dalam hal musik, maka lama kelamaan akan menyenanginya dan apabila diikuti dengan ketekunan berlatih maka akan mencapai prestasi tinggi.

b.   Minat

Menurut Cony Semiawan yang dimaksud dengan minat adalah suatu keadaan mental yang menghasilkan respons terarah kepada suatu situasi atau objek tertentu yang menyenangkan dan memberi kepuasan kepadanya (satisfiers). Demikianminat dapat menimbulkan sikap yang merupakan suatu kesiapan berbuat bila ada stimulasi khusus sesuai dengan keadaan tersebut (Dewa Ketut Sukardi 1988, 61).

Menurut Carl Safran (1985) mendefinisikan minat adalah suatu sikap atau perasaan yang positif terhadap suatu aktifitas, orang, pengalaman atau benda (Dewa Ketut Sukardi 1988, 61).

Dengan demikian yang dimaksud dengan minat adalah suatu perasaan dapat positif, dan dapat juga negative terhadap orang, aktifitas maupun benda, apabila perasaannya itu positif makan akan dilaksanakan dan apabila perasaannya negatif maka orang, aktifitas maupun benda itu akan ditinggalkan.

Misalnya seorang anak yang menaruh minat terhadap suatu mainan, maka dia akan ingin mendekat, memegang dan kalau bisa ingin memilikinya (dan sebaliknya).

c.   Kemauan

Kemauan itu pada kenyataannya sama dengan minat, tetapi pada kemauan kadang-kadang diikuti dengan usaha yang sungguh-sungguh kalau individu itu mau.

Misal ; seorang anak yang tidak bisa pelajaran Matematika, dan anak tersebut tidak ada kemauan untuk belajar maka anak tersebut tidak akan bisa mempelajari Matematika.

d.   Kecerdasan

Pengertian intelegensi (kecerdasan) menurut Witherington mempunyai tiga ciri-ciri hakiki yaitu :

(1)    Cepat ; bila makin cepat sesuatu pekerjaan diselesaikan makin cerdaskan orang yang menyelesaikan itu.

(2)    Cekatan ; biasanya dihubungkan dengan pekerjaan tangan, dengan mudah dan ringan menyelesaikan sesuatu.

(3)    Tepat ; sesuai dengan tuntutan keadaan, misalnya mengukur jalan yang panjang, dengan besaran yang benar pula, juga berarti mengukur dengan tepat tidak lebih tidak kurang.

(B. Simanjuntak & IL Pasaribu 1983, 250)

Dengan demikian anak yang mempunyai kecerdasan baik itu dapat menyelesaikan suatu masalah atau mengambil keputusan dengan cepat, tepat dan cekatan.

e.   Fantasi

Fantasi merupakan daya khayal yang dimiliki oleh seorang anak. Misalnya seorang anak yang mendengarkan cerita Batman, maka anak tersebut pada suatu saat bercerita seandainya dia menjadi Batman dengan segala petualangannya.

2)   Faktor dari luar diri manusia

Faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia dari luar diantaranya :

a.   Keluarga

Keluarga merupakan lingkungan sosial di mana anak itu tinggal dalam satu rumah, misalnya ayah, ibu, kakak, adik, nenek, kakek dan kerabat lainnya.

b.   Sekolah

Lingkungan tempat anak itu menuntut ilmu.

c.   Masyarakat

Merupakan lingkungan sosial tempat anak itu tinggal dibesarkan.

d.   Benda hidup

Diantaranya binatang, tumbuh-tumbuhan.

e.   Benda mati

Rumah, kendaraan dan sebagainya.

f.   Iklim

Keadaan rata-rata cuaca.

3)   Faktor campuran antara dari dalam dan dari luar diri manusia

Adapun yang dimaksud dengan faktor campuran itu ialah adanya saling pengaruh antara pembawaan dari anak itu sendiri dan pengaruh dari luar, misalnya keluarga, sekolah, masyarakat dan lainnya.

Antara faktor pembawaan dan faktor dari luar itu tidak jelas mana yang lebih kuat pengaruhnya, karena masing-masing faktor itu mempunyai kekuatan tersendiri dan akan terlihat dan muncul pada masing-masing pribadi anak didik kita.

Untuk itu guru dapat mengambil manfaatnya dalam mempelajari psikologi ini, diantaranya adalah :

  1. Guru dapat memberikan pelayanan yang tepat kepada anak didiknya sesuai dengan sifat masing-masing anak.
  2. Guru dapat mengetahui sedini mungkin keadaan anak, sehingga dapat mencegah timbulnya hal-hal yang kurang menguntungkan pada diri anak.
  3. Guru dapat memberikan pembinaan pada anak yang mengalami kekecewaan atau hal-hal lain yang dapat mengganggu proses belajar mengajar.
  4. Guru akan terhindar dari kemungkinan timbulnya konflik dengan anak.
  5. Akan dapat menambah pengetahuan guru dalam bidang mendidik baik pada anaknya sendiri dan juga bagi siswanya di sekolah.

Pada halaman di bawah ini para ahli pendidikan dan ahli pikir memaparkan pendapatnya tentang perkembangan.

Psikologi perkembangan yang dimulai sejak masa janin (bayi masih dalam kandungan) sampai dengan anak usia lk.12 tahun / masa sekolah dasar.

Di bawah ini pendapat para ahli didik dan ahli pikir terkenal tentang perkembangan, diantaranya :

1.   Perkembangan Menurut Aristoteles

Aristoteles (384-322 SM) membagi masa perkembangan selama 21 tahun dalam 3 septenia (3 periode x 7 tahun), yang dibatasi oleh 2 gejala alamiah yang penting, yaitu 1)pergantian gigi dan 2)munculnya gejala pubertas.

Pembagian tersebut adalah sebagai berikut :

0 – 7 th,     disebut sebagai masa anak kecil / masa bermain.

7 – 14 th,   masa anak-anak, masa belajar atau masa sekolah rendah.

14 – 21 th, masa remaja atau pubertas, yaitu masa peralihan dari anak-anak menjadi orang dewasa.

2.   Perkembangan Menurut Charlotte Buhler

Charlotte Buhler membagi masa perkembangan sebagai berikut :

0 – 1 th,     Fase Pertama ; masa menghayati obyek di luar diri sendiri, dan saat melatih fungsi motorik, yaitu fungsi yang berkaitan dengan gerakan-gerakan dari badan dan anggota badan.

2 – 4 th,     Fase Kedua ; masa pengenalan dunia obyek di luar diri sendiri, disertai penghayatan subyektif. Mulai ada pengenalan pada AKU, dengan bantuan bahasa dan pengenalan sendiri.

5 – 8 th,     Fase Ketiga ; masa sosialisasi anak. Saat dimana anak mulai memasuki masyarakat luas. Ia mulai mengenal dunia sekitar secara obyektif, dan mulai belajar mengenal prestasi pekerjaan serta tugas-tugas kewjiban.

9 – 11 th,   Fase Keempat ; masa sekolah rendah. Pada periode ini anak mencapai obyektifitas tertinggi. Masa penyelidik, kegiatan mencoba dan bereksperimen, yang distimulir oleh dorongan meneliti dan rasa ingin tahu yang besar.

Pada akhir fase ini anak mulai “menemukan diri sendiri” yaitu secara tidak sadar mulai berpikir tentang diri pribadi.

14 – 19 th, Fase Kelima ; masa tercapainya sintese antara sikap ke dalam bathin sendiri dengan sikap keluar kepada dunia obyektif.

3.   Perkembangan Menurut Kohnstamm

Prof. Kohnstamm dalam bukunya “Persoon Lijkheid in Wording” (Kepribadian yang telah berkembang), membagi masa perkembangan manusia dalam beberapa fase, sebagai berikut :

1.   Masa bayi atau masa vital.

2.   Masa anak kecil, masa estetis.

3.   Masa anak sekolah, masa intelektual.

4.   Masa pubertas dan adolesensi, masa sosial.

5.   Manusia yang sudah matang.

Menurut Kohnstamm, manusia itu selalu dalam proses pembentukan dan perkembangan, selalu “menjadi”, namun tak kunjung selesai terbentuk.

4.   Perkembangan Menurut Oswald Kroh

Membagi masa perkembangan dalam tiga fase yaitu :

0 – 4 th,     dari lahir sampai masa menentang pertama, disebut sebagai masa kanak-kanak pertama.

4 – 14 th,   dari masa menentang pertama sampai masa menentang kedua, disebut sebagai masa keserasian atau masa bersekolah.

14 – 19 th, masa menentang kedua sampai akhir masa muda, disebut masa kematangan yang merupakan akhir masa remaja.

5.   Perkembangan Menurut Johan Amos

Johan Amos Comenius (1592-1671) dalam bukunya Didactica Magna, membagi periode perkembangan sebagai berikut :

0 – 6 th,     periode sekolah ibu

6 – 12 th,   periode sekolah bahasa ibu.

12 – 18 th, periode sekolah Latin.

18 – 24 th, periode universitas.

Dalam hal ini Comnesius lebih menitik beratkan aspek pengajaran dari proses pendidikan dan perkembangan anak.

Tahun-tahun pertama disebut sebagai sekolah ibu, karena hampir semua usaha bimbingan-pendidikan (ditambah perawatan dan pemeliharaan) berlangsung di tengah keluarga. Terutama sekali aktifitas ibu sangat menentukan kelancaran proses pertumbuhan dari perkembangan anak.

Periode sekolah bahasa ibu, karena anak baru menghayati setiap pengalaman dengan pengertian bahasa sendiri (bahasa ibu). Bahasa ibu dipakai sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Bahasa ibu juga dipakai untuk mengekspresikan kehidupan bathinnya kepada orang lain.

Usia 12 -18 th, anak mulai diajarkan bahasa Latin, sebagai bahasa kebudayaan yang dianggap paling kaya dan paling tinggi kedudukannya pada saat itu. Bahasa tersebut perlu diajarkan kepada anak-anak, agar anak-anak dapat mencapai taraf “beradab” dan “berbudaya”.

Kesimpulan Perkembangan menurut para ahli sebagai berikut :

0 tahun             :   Prenatal (masa sebelum lahir)

Janin yang belum lahir mampu menghayati pengaruh-pengaruh psikis dari ibunya. Artinya ia merasakan apakah kehadirannya ditolak atau diharapkan dengan cinta kasish.

0 – 2 tahun       :   Masa bayi

Kondisi fisik dan mental bayi menjadi pondasi bagi perkembangan / pertumbuhan selanjutnya (sangat vital perannya). Dalam periode ini, proses pertumbuhan sangat cepat.

Bulan 1, 2       :   mendengar, melihat, mencium, merasakan dengan indera.

Bulan 3, 4       :   menegakkan dan menggerak-gerakkan kepala.

Bulan 5, 6       :   telungkup dengan menggeser badan.

Bulan 7           :   duduk.

Bulan 8           :   merangkak.

Bulan 9, 10     :   mengangkat badan, bangkit sendiri.

Bulan 11         :   merambat.

Bulan 12         :   berdiri sendiri, belajar jalan.

Pra stadium tahun pertama dapat menirukan bunyi-bunyi terutama huruf bibir (mama, papa, mam), kemampuan fisik dan neurologist orang dewasa banyak sekali ditentukan pada masa ini, dibandingkan dengan masa lain, yang manapun dalam kehidupannya.

2 – 5 tahun       :   Masa Kanak-kanak (Periode Estetis)

Bulan 24, 30   :   stadium Flexi (flexico = menafsirkan) mengikrabkan kata-kata yang ditafsirkan (awalan, akhiran dan sisipan).

30 bl ke atas   :   stadium anak kalimat. Anak sudah kritis, pertanyaannya berhubungan dengan waktu (kapan, bila) dan berkaitan dengan sebab musabab (mengapa). Pada masa ini otak anak membuka pintu lebar-lebar untuk semua informasi, bagaikan computer. Maka sebaiknya anak sudah belajar membaca.

6 – 12 tahun     :   Masa SD / Periode Intelektual

  • Mulai mengenal masyarakat luas – sekolah.
  • 7 – 8 th : Fase Sintese Fanatis – semua pengamatan, penghayatan memberikan kesan total dan hanya beberapa yang ditangkap dan akan dilengkapi dengan fantasinya.
  • 8 – 9 th : Fase Analisa ; mulai memperhatikan macam-macam informasi dengan rasional.
  • 10 – 12 th : Fase Sintese Logis ; tumbuh wawasan akal budinya.

12 – 14 tahun   :   Masa Pra Pubertas / Awal Pubertas – remaja.

  • Rasa tanggung jawab
  • Rasa ego-nya (Aku-nya)
  • Emosi dan perasaan.
  • Perkembangan fisik cepat.

14 – 17 tahun   :   Masa Pubersitas

17 – 20 tahun   :   Masa Remaja / Akhir masa remaja

20 tahun           :   Dewasa

 

DASAR ANAK BELAJAR MEMBACA

Membaca :

  • Merupakan salah satu fungsi tertinggi otak manusia.
  • Dari semua makhluk di dunia, hanya manusia yang dapat membaca.
  • Hampir semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca.

Anak-anak dapat membaca :

  • Sebuah kata ketika berusia 1 tahun.
  • Sebuah kalimat ketika berusia 2 tahun.
  • Sebuah buku ketika berusia 3 tahun dan mereka menyukainya.

PERBENDAHARAAN KATA DAN KEMAMPUAN

BICARA PADA ANAK

Usia

Perbendaharaan Kata

Keterangan

1 tahun2 tahun3 tahun4 tahun

5 tahun

6 tahun

3 kata272 kata395 kata1540 kata

2042 kata

2562 kata

1 – 2 suku kata1 – 2 kata1 kalimat sederhana1 buku / sebuah buku
Perbendaharaan ini tidak ada yang sama pada setiap anak, tergantung dari kecerdasan anak yang bersangkutanCatatan :
  • Angka-angka tersebut di atas merupakan hasil penelitian Dr. Spock.

Alasan mengapa anak harus belajar membaca pada usia mereka masih sangat muda ialah :

a.   Hiperaktifitas anak usia 2 – 3 tahun, disebabkan karena haus akan ilmu pengetahuan.

b.   Kemampuan puncak menyerap informasi pada anak usia 2 – 3 tahun, tidak akan pernah terulang lagi.

c.   Jauh lebih mudah mengajar anak membaca pada usia ini dari pada di usia lain.

d.   Anak yang diajarkan membaca pada usia yang sangat dini dapat menyerap lebih banyak informasi daripada anak yang ketika mulai belajar sudah mengalami frustasi.

e.   Anak yang sudah belajar membaca ketika usia mereka masih sangat muda, cenderung lebih mudah mengerti daripada anak yang tidak belajar membaca.

f.    Anak yang sudah belajar membaca dalam usia muda, cenderung membaca lebih cepat dan penuh pemahaman daripada anak yang berusia lebih tua.

FUNGSI NEUROLOGIS

Ada6 fungsi neurologist yang eksklusif bagi manusia, yang membedakan manusia dari makhluk lain, yaitu :

1.   Hanya manusia yang dapat berjalan tegak.

2,   Hanya manusia yang dapat berbicara dengan bahasa ciptaan yang abstrak dan simbolis.

3.   Hanya manusia yang dapat menuangkan bahasa ke dalam sebuah tulisan (bahasa manusia dapat ditulis).

4.   Hanya manusia yang mengerti bahasa abstrak dan simbolis yang didengar.

5.   Hanya manusia yang dapat mengenali suatu benda dengan hanya menyentuhnya saja.

6.   Hanya manusia yang dapat menemukan cara untuk memungkinkan membaca bahasa abstrak dalam bentuk tulisan.

KEMAMPUAN MENYERAP INFORMASI

Dalam menyerap informasi, telah diketahui :

1.   Anak di bawah usia 5 tahun dengan mudah dapat menyerap informasi dalam jumlah yang luar biasa banyak.

  • Anak di bawah usia 4 tahun, akan lebih mudah dan lebih efektif.
  • Di bawah 3 tahun, lebih mudah lagi dan jauh lebih efektif.
  • Di bawah 2 tahun, adalah paling mudah dan paling efektif.

2.   Anak di bawah usia 5 tahun, dapat menangkap informasi dengan kecepatan yang luar biasa.

3.   Makin banyak informasi yang diserap makin banyak pula yang dapat diingat.

4.   Anak di bawah 5 tahun, mempunyai energi yang luar biasa besarnya.

5.   Anak di bawah 5 tahun dapat belajar membaca dan selalu ingin belajar membaca.

6.   Anak di bawah 5 tahun, dapat mempelajari suatu bahasa secara utuh dan dapat menangkap hampir sebanyak yang diajarkan kepadanya.

7.   Dia dapat diajarkan membaca satu beberapa bahasa, sama mudahnya dengan kemampuan untuk mengerti bahasa lisan.

(sumber : Materi PGPQ Marhalatul Ula, FUSPAQ Kabupaten Kendal)
This entry was posted in Dari Fuspaq Untuk Calon Para Ustadz, Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Pengertian Psikologi dan Perkembangan

  1. muhtarom says:

    Udah lama kok ndak ada kabar…..? Pak

    • hattani says:

      kabarnya baik. lagi ngalor ngidul uadh lama memang nggak nengok sini. Makasih kunjungannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s