“Syukur”, Lulus Ujian

Jikalau kita mempunyai hajat terhadap sesuatu, pastinya sebagai seorang muslim kita semua mengharap dan berdo’a kepada Allah SWT agar hajat kita tersebut dapat segera terkabul. Dan kita semua tahu tindakan yang seharusnya kita lakukan kalau hajat kita sudah terkabul adalah ber-syukur. Ya, betul sekali.

Bersyukur !!

Kita sebagai muslim harus bisa bersyukur dengan tindakan yang benar-benar dapat disebut sebagai Ungkapan Rasa Syukur. Saat-saat kita (khususnya ; para pelajar) akan menjalani atau sedang menjalani sebuah ujian sekolah akhir tahun hati kita tentunya sedikit deg-degan bisa juga sangat deg-degan. Deg-degan, takut tidak mampu melewatinya, takut tidak bisa menyelesaikannya, takut gagal dalam menyelesaikannya, takut tidak lulus setelah menyelesaikannya. Keinginan untuk bisa berhasil lulus dalam ujian sangat besar. Begitu menakutkan, begitu memalukan dan tak bisa dibayangkan jika  sampai kita tidak bisa lulus dalam ujian nantinya. Beragam pertanyaan dan sikap kecewa dari orang tua akan menghadang kita, jika kita sampai tidak lulus dalam ujian nanti. Semuanya begitu menyeramkan untuk kita bayangkan. Tetapi dengan pertolongan dari Allah SWT dan usaha kita, kita akhirnya lulus dari ujian. Lalu bagaimana seharusnya kita bersyukur terhadap semuanya itu ? Pertanyaan seperti itu harus kita berikan kepada diri kita. Dan kita harus pula memberikan jawaban berupa tindakan kita yang benar-benar dapat dikatakan sebagai ungkapan rasa syukur dengan sebaik-baiknya. Sebagai seorang muslim, tentunya banyak sekali tuntunan tentang “mengungkapkan rasa syukur” yang pernah kita dapatkan dari guru-guru ngaji kita atau yang pernah kita dengar / baca dari acara-acara pengajian dari media elektronik / media cetak.

Selebrasi Kosong

Yang menyedihkan dari para pelajar saat ini adalah ketika mereka lulus ujian akhir tahun, mereka melakukan selebrasi keliling kota sekitar sekolahan mereka dengan menggeber motor mereka, baju penuh corat coret cat semprot bahkan terkadang mukanya juga penuh dengan cat semprot. Selebrasi mereka sungguh mengganggu ketertiban juga kenyamanan masyarakat. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah semua itu mereka lakukan sampai hari menjelang petang.

Ilustrasinya seperti di bawah ini :

  • begitu mengetahui mereka lulus, mereka bergerombol, terus semprot-semprot cat ke baju mereka, rambut mereka, kadang juga muka mereka. Semuanya dilakukan dengan ekspresi datar, namanya saja latah buta.
  • setelah itu rembug arah yang akan dilalui selebrasi mereka. Kira-kira daerah mana ketika mereka lewat, semua mata akan memandang mereka.
  • mereka nggeber motor mereka supaya orang lain terganggu, tidak nyaman, dengan begitu maka puaslah mereka.
  • mereka ngebut ; tidak peduli orang lain, tidak peduli aturan lalu lintas. Mereka ngebut dengan tatapan mata kosong, ujung bibir sebelah diangkat sedikit. Ini aku…
  • mereka mendengar adzan ; mereka masih ngebut sambil geber motor mereka, salip semua orang yang mau ke masjid.
  • mereka mendengar adzan lagi (yang ini adzan maghrib lho) ; mereka salip lagi orang-orang yang pulang dari masjid, tetap geber motor mereka.

Dari ilustrasi kejadian di atas, maka timbul beberapa pertanyaan seperti di bawah ini :

  • Tidak adakah sisa dari pelajaran agama yang mereka ikuti selama tiga tahun terakhir ?
  • Tidak adakah profil seorang guru ataupun orang tua si murid yang dapat mencegah para pelajar itu tidak melakukan kegiatan yang sangat jauh sekali dari kesan agamis? (ironisnya, hampir semua pelajar itu mengaku beragama Islam)
  • Tidak tahu atau tidak pedulikah pihak sekolahan terhadap para muridnya (atau mungkin sudah menganggap bukan muridnya lagi ; karena sudah lulus) yang melakukan kegiatan seperti itu ? Karena hampir setiap tahun kejadian tersebut terus berulang.
  • Atau mungkin memang sudah tidak ada yang peduli?

Hormat setinggi-tingginya untuk para guru sekolah yang para lulusannya tidak melakukan “selebrasi kosong” seperti di atas. Semoga Allah meninggikan derajat beliau-beliau baik di masyarakat maupun di hadapan Allah SWT. Amien ya Robbal’alamiin.

Semoga bermanfaat.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s