Lailatul Qadar

Dulu waktu kecil banyak teman-temanku jika menemukan atau menemui keberuntungan yang tak diduga-duga, semisal mendapat pemberian uang dari saudara yang sukup banyak jumlahnya, atau tiba-tiba diberi hadiah dari orang tuanya, mereka menyebutnya dengan “dapat Lailatul Qadar”. Ya, karena namanya saja anak-anak, mereka menganalogikannya (Lailatur Qadar) sebagai suatu “Rejeki nomplok”. Tentu saja nilai Lailatur Qadar tidak pantas dan tidak sebanding sama sekali jika dibandingkan dengan hal-hal seperti itu. Allah SWT berfirman :

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya : Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. (QS. : Al-Qadr : 3)

Nilai satu “Lailatul Qadar” lebih baik dari seribu bulan. Dan seribu bulan itu sama dengan 83 tahun ditambah 4 bulan. Bukankah itu lebih banyak dari Usia Harapan Hidup kita sebagai Penduduk Indonesia yang cuma 70 tahun. Bayangkan saja jika seseorang (kita juga bisa termasuk) beribadah pada malam itu “dengan rahmat Allah SWT tentunya” nilai ibadahnya lebih baik daripada 1000 bulan.  Siapa yang tidak menginginkannya. Tentunya semua dari kita (yang waras tentunya) menginginkan rahmat dari Allah SWT mendapatkan Lailatul Qadar.

Di bawah ini beberapa hadits Nabi saw. tentang Lailatul Qadar ;

Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah saw. telah bersabda berkaitan dengan (tanda-tanda) Lailatul Qadar. Malam itu penuh kedamaian, sejuk, tidak panas, dan tidak dingin. (HR. Abu Dawud  Ath-Thayalishi, kitab Tafsir Ibnu Katsir,  Juz VII, hal.334)

Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya aku pernah diperlihatkan Lailatul Qadar. Kemudian aku diberi lupa atau dilupakannya. Maka hendaklah kalian mencarinya pada sepuluh hari yang terakhir (bulan Ramadhan) pada malam ganjil.” (HR. Imam Bukhari dari Abi Sa’id ra. : Shahih Bukhari, Juz I, hal.343)

Tanda-tanda Lailatul Qadar itu ialah matahari terbit pada pagi hari berwarna putih, tidak memancarkan cahanya. (HR. Imam Ahmad, Muslim, Abu Dawud, Turmudzi, kitab Nailul Authar, Juz IV, hal.363).

*”Umat Bertanya Ulama Menjawab”, KH. Drs. Ahmad Dimyati Badruzzaman.

Kabar yang menggembirakan bagi kita semua adalah bahwa rahmat Allah SWT untuk seseorang mendapatkan Lailatul Qadar, tidak untuk kalangan status sosial tertentu, tidak hanya untuk yang bertitel kyai, bertitel ustadz saja, namun untuk para hambanya yang mau hidup dengan ikhlas dan selalu memohon ridho dari Allah SWT. (Insya Allah).

Y Allah. Tunjukilah Kami jalan yang lurus.

Selamat menjalankan ibadah puasa.

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s