Guru Kreatif

Unsur yang sangat penting dalam proses kegiatan belajar mengajar adalah pengajar, pendidik atau guru. Saat ini sangat dibutuhkan sekali hadirnya atau munculnya guru-guru yang profesional (guru profesional, tekan di sini) yang mempunyai nilai plus. Guru yang dicintai oleh anak-anak didiknya. Kehadirannya selalu ditunggu-tunggu, nasehat-nasehatnya selalu dirindukan, keramahan dan kesantunannya selalu menyejukkan, kritikan-kritikannya selalu membangkitkan motivasi bukan frustasi, dan pengajarannya selalu memuaskan rasa dahaga akan ilmu para anak didiknya.

Sangat dibutuhkan guru-guru yang profesional dan yang mempunyai nilai plus. Nilai plus di sini yang paling diharapkan adalah Kreatif. Guru yang Kreatif.dalam menghadapi pribadi / watak para anak didiknya

Lalu apakah bisa status atau predikat atau hakekat pengertian guru kreatif itu dapat dipelajari yang akhirnya akan membuat seorang guru yang tadinya biasa-biasa saja, menjadi seorang guru kreatif? Tentunya jawaban terhadap pertanyaan itu kembali kepada kita sebagai seorang guru. Kreativitas tidak harus selalu menghasilkan karya yang berbentuk, atau bersifat fisik tetapi juga bisa yang bersifat non fisik, umpamanya saja, Gagasan. Di bawah ini akan dinukilkan sebuah pendapat dari beberapa ahli tentang definisi Kreatif.

Kreatif adalah suatu yang dimiliki seseorang (atau kelompok orang) yang memungkinkan mereka menemukan pendekatan-pendekatan atau terobosan baru dalam menghadapi situasi atau masalah tertentu yang biasanya tercermin dalam pemecahan masalah dengan cara yang baru atau unik yang berbeda dan lebih baik dari sebelumnya (Agus S. Madjadikara, 2005).

Kreatif adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya berguna (useful), lebih enak, lebih praktis, mempermudah, memperlancar, mendorong, mengembangkan, mendidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan, mendatangkan hasil lebih baik atau banyak. (Mangunhardjana, 1985 : 11)

Kreativitas adalah suatu kemampuan umum untuk menciptakan suatu yang baru, sebahai kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya. (Utami Munandar, 1995)

Kreativitas adalah pengalaman mengekepresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain. (Clark Moustakis, 1967).

Rasanya definisi tentang kreatif dari empat ahli tersebut di atas sudah cukup jelas mengatakan bahwa kreatif atau kreativitas adalah hasil pemikiran. Artinya bahwa setiap manusia dalam hal ini guru, mempunyai peluang dan hak untuk kreatif atau melakukan kreativitas. Tidak monoton. Masih banyak sekali contoh-contoh di lapangan yang sering kali kita jumpai guru-guru yang ketika menghadapi anak-anak yang nakal langusng membentak dengan suara yang sangat keras, bahkan ada kalanya disertai dengan jeweran atau cubitan yang kadang sampai membuat si anak tersebut hampir menangis terlihat dari raut mukanya yang kemerah-merahan. Yang sangat memprihatinkan adalah jika hal tersebut sudah dianggap oleh guru yang bersangkutan sebagai  satu-satunya cara untuk mengatasi situasi semacam itu. Tidak ada cara lain. Jika memang hal tersebut yang terjadi, maka sungguh memprihatinkan.

Ada enam asumsi kreatif (Dwijanto, 2006) yang diangkat dari teori dan berbagai studi tentang Kreativitas, yaitu sebagai berikut :

  1. Setiap orang memiliki kemampuan kreatif dengan tingkat yang berbeda-beda. Tidak ada orang yang sama sekali tidak memiliki kreativitas, dan yang diperlukan adalah bagaimana mengembangkan kreativitas tersebut.
  2. Kreativitas dinyatakan dengan produk kreatif, baik berupa benda maupun gagasan. Produk kreatif merupakan kriteria puncak untuk menilai tinggi rendahnya kreativitas seseorang.
  3. Aktualisasi kreativitas merupakan hasil dari proses interaksi antara faktor-faktor psikologis (internal) dengan lingkungan (eksternal). Pada setiap orang, peranan masing-masing faktor tersebut berbeda-beda. Asumsi ini disebut juga  sesuai asumsi interaksional atau sosial psikologis yang memandang kedua faktor tersebut secara komplementer.
  4. Dalam diri seseorang dan lingkungannya terdapat faktor-faktor yang dapat menunjang atau justru menghambat perkembangan kreativitas. Faktor-faktor tersebut dapat diidentifikasi persamaan dan perbedaannya pada kelompok individu yang satu dengan yang lain.
  5. Kreativitas seseorang tidak berlangsung dalam kevakuman, melainkan didahului oleh, dan merupakan pengembangan hasil-hasil kreativitas orang-orang yang berkreativitas sebelumnya.
  6. Jadi Kreativitas merupakan kemampuan seseorang dalam menciptakan kombinasi-kombinsai baru dari hal-hal yang telah ada sehingga melahirkan sesuatu yang baru. Karya kreatif tidak lahir hanya karena kebetulan, melainkan melalui serangkaian proses kreatif yang menuntut kecakapan, ketrampilan, dan motivasi yang kuat.

Semoga bermanfaat.

This entry was posted in Motivasi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s