Guru Berkarakter

guru tpq

Banyak para pengamat sosial yang menyarankan tentang begitu pentingnya pendidikan karakter untuk saat ini, karena melihat fenomena di masyarakat yang akhir-akhir ini begitu memprihatinkan, di mana kerusakan moral terjadi hampir merata di setiap strata sosial, dari kalangan birokrat, kalangan pendidikan, kalangan buruh sampai kalangan aparat penegak hukum.Untuk mewujudkan pendidikan karakter tersebut agar sesuai dengan yang diharapkan maka faktor yang paling utama adalah adanya para pendidik yang berkarakter. Ya. Kita membutuhkan banyak Guru Berkarakter.

Karakter itu merupakan “sebuah pola baik itu pikiran, sikap, maupun tindakan yang melekat pada diri seseorang dengan sangat kuat dan sulit dihilangkan” (Munir, 2010-3) atau bisa juga dikatakan bahwa yang dimaksud dengan karakter adalah kualitas moral seseorang dalam bertindak dan berperilaku sehingga menjadi ciri khas individu dan dapat membedakan dirinya dengan individu-individu lainnya. Jadi, guru berkarakter itu adalah guru yang mempunyai kualitas moral (akhlak) yang ideal sebagai seorang pendidik. Karena kebetulan kita semua mempunyai status sebagai pendidik / guru TPQ, maka seharusnya kita semua berusaha sekuat tenaga untuk mempunyai atau menegaskan karakter yang melekat pada diri kita adalah karakter Islam.

Karakter Islam berlandaskan pada dua hal, yaitu Al-Qur’an dan Hadits, yang merupakan gambaran perilaku Rasulullah saw semasa hidupnya. Untuk menjadi seorang guru berkarakter, ada baiknya kita menengok kembali beberapa hadits Rasulullah saw yang berkaitan dengan moral atau akhlak :

  1. Kebajikan itu ialah akhlak yang baik dan dosa itu ialah sesuatu yang merisaukan dirimu dan kamu tidak senang bila diketahui orang lain. (HR. Muslim)
  2. “Ya Rasulullah, terangkan tentang Islam dan aku tidak perlu lagi bertanya-tanya kepada orang lain.” Nabi saw menjawab, “Katakan : Aku beriman kepada Allah lalu bersikaplah lurus (jujur).” (HR. Muslim)
  3. Di antara akhlak seorang mukmin adalah berbicara dengan baik, bila mendengarkan pembicaraan tekun, bila berjumpa orang dia menyambut dengan wajah ceria dan bila berjanji ditepati. (HR. Ad-Dailami)
  4. Kalau kamu sudah tidak malu lagi, lakukanlah apa yang kamu kehendaki. (HR. Bukhari)
  5. Seorang sahabat berkata kepada Nabi saw, “Ya Rasulullah, berpesanlah kepadaku.” Nabi saw berpesan, “Jangan suka marah (emosi).” Sahabat itu bertanya berulang-ulang dan Nabi saw tetap berulang kali berpesan, “Jangan suka marah.” (HR. Bukhari)
  6. Hati-hati terhadap prasangka. Sesungguhnya prasangka adalah omongan paling dusta. (HR. Bukhari)
  7. Dekatkan dirimu kepada-Ku (Allah) dengan mendekatkan dirimu kepada kaum lemah dan berbuatlah ihsan kepada mereka. Sesungguhnya kamu memperoleh rezeki dan pertolongan karena dukungan dan bantuan kaum lemah di kalangan kamu. (HR. Muslim)
  8. Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. (HR. Al-Bazzaar)
  9. Sifat malu adalah dari iman dan keimanan itu di surga, sedangkan perkataan busuk adalah kebengisan tabi’at dan kebengisan tabi’at di neraka. (HR. Bukhari dan Tirmidzi. (Mardi, 2010)

Dari beberapa hadits di atas, dapat di ambil kesimpulan bahwa para guru TPQ (khususnya) seharusnya mempunyai ciri-ciri karakter sebagai berikut :

  1. Memiliki rasa simpati dan empati terhadap sesama
  2. Berperilaku jujur
  3. Bertanggung jawab
  4. Rendah hati
  5. Bijaksana
  6. Sabar
  7. Percaya diri
  8. Husnudzon
  9. Teliti
  10. Tidak sombong
 semoga bermanfaat
cf : http://repository.upi.edu
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s