Kita-anak-sajak

Kita semua sebagai orang tua tentunya menginginkan anak-anak kita menjadi anak yang sesuai dengan keinginan kita. Menjadi anak yang sholeh, taqwa kepada Allah, berbakti kepada kedua orang tua, berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Begitulah biasanya kutipan akhir dari setiap undangan dalam rangka tasyakuran pemberian nama bayi (bhs. Jawa : selapanan).

Tetapi banyak dari kita yang tidak sadar (banyak juga yang tidak mau tahu) bahwa sekecil apapun tindakan kita, sikap kita, perlakuan kita terhadap mereka akan memberi pengaruh terhadap perkembangan mental anak kita. Perkembangan mental dan akhlak anak sangat dipengaruhi oleh orang-orang yang keberadaannya paling dekat dengan mereka. Dan orang-orang yang terdekat dengan mereka adalah kita semua sebagai orang tua.

Di bawah ini ada sebuah sajak yang sangat bagus untuk dijadikan kita sebagai bahan renungan dan motivasi kita dalam mendidik anak-anak kita, judulnya “Children Learns What They Live”. Sajak ini adalah karya seorang penulis dan penasehat keluarga dari Amerika Serikat, yaitu Dorothy Law Nolte (Januari 12, 1924 – November 5, 2005). Sajak ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1954, di The Torrance, Herald. Sajak ini banyak sekali disadur oleh para penulis di seluruh dunia karena sangat menginspirasi. Tetapi sangat disayangkan ketika menuliskannya kembali banyak sekali dari kita yang tidak mencantumkan nama pengarangnya sehingga membuat pembaca penasaran siapa sih pengarangnya. Di bawah ini saya cantumkan versi aslinya dan terjemahannya sekaligus. Semoga bermanfaat.

_________________________________________________________________________________

Children Learn What They Live

by Dorothy Law Nolte

If a child lives with criticisme,

he learns to condemn.

If a child lives with hostility,

he learns to fight.

If a child lives with shame,

he learns to feel gulty.

If a child lives with tolerance,

he learns to be patient.

If a child lives with encouragement,

he learns to be confident.

If a child learns with praise,

he learns to appreciate.

If a child lives with fairness,

he learns justice.

If a child lives with security,

he learns to have faith.

If a child lives with approval,

he learns to like himself.

If a child lives with acceptance and friendship,

he learns to find love in the world.

_________________________________________________________________________________

Terjemahannya :

Anak Belajar dari Kehidupannya

Oleh Dorothy Law Nolte

Jika anak dibesarkan dengan celaan,

ia belajar memaki.

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,

ia belajar berkelahi.

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,

ia belajar rendah diri.

Jika anak dibesarkan dengan penghinaan,

ia belajar menyesali diri.

Jika anak dibesarkan dengan toleransi,

ia belajar menahan diri.

Jika anak dibesarkan dengan dorongan,

ia belajar percaya diri.

Jika anak dibesarkan dengan pujian,

ia belajar menghargai.

Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan,

ia belajar keadilan.

Jika anak dibesarkan dengan rasa aman,

ia belajar menaruh kepercayaan.

Jika anak dibesarkan dengan dukungan,

ia belajar menyenangi dirinya.

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,

ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

This entry was posted in Kita-anak-sajak and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Kita-anak-sajak

  1. Faisal Mimbar says:

    Sippp !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s